Langsung ke konten utama

LETIH

Gontai di anatara kebisuan
Kebisuan untuk menentukan pijakan
Pijakan untuk melangkah maju
Dan meneruskan pilihan

Hidup penuh jerit pilu
Lainya diselubungi tawa liar
Memenuhi liang dengan kedurjanaan
Menimbun kelam dalam riang

Setiap bulan meneduhi
Saat mata mulai bersiap terpejam
Selalu mempunyai keyakinan
Akan ada yg lebih baik saat membuka mata, menjelang matahari baru di hari baru

Malam ini, saat ini,
Aku bersiap berlenggang si tengah alam angan
Mengatupkan mata..membuka senyum dengan keyakinan sang Maha Pemberkat sedang melihat wajahku
Percaya berkat baru dan yang terbaik menghujani dari mulai ku membuka mata kembali

Komentar

  1. ijin mo ngasi komeng
    jadii..
    IMHO(In My Humble Opinion)

    saya suka yg ini

    --Hidup penuh jerit pilu
    Lainya diselubungi tawa liar
    Memenuhi liang dengan kedurjanaan
    Menimbun kelam dalam riang--

    ini kaya rame tp sepi.kdg ak jg ngrasain.gelisah gmna gt..
    paradoks..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERIMA KASIH UNTUK SAHABAT TERBAIKKU

Kamu tau membuatku merasakan kenyamanan melebihi kenyamanan kesendirianku di dalam rumahku. Gelak tubuh tingkahmu membuatku sanggup mengucap kalau kau membuat kuyu lututku. Aku lihat air mukamu yang bahagia ketika aku bahagia. Kudengar suara gemetarmu ketika kau berbicara dengan ak dalam keadaan aku sakit. Kurasakan keinginanmu merangkulku ketika ku dalam peluh. Kau selalu ada dan selalu berusaha ada bahkan meninggalkan yang menjadi kebutuhanmu ketika ak menangis. Kau melakukan itu dengan tulus, ku tau itu. Memang kau tulus untuk semua orang. Sedih aku melihat kenyataan hidupmu kau berikan untuk melihat orang di sekitarmu bahagia. Walau Aku tau setiap orang memiliki cara untuk berbahagianya masing-masing. Di balik keriangan, kebaikan, keramahan, kesenanganmu bercanda gurau kau menutup rapat beban hidupmu. Kau kuat,kuat bukan berarti mampu menahan beban yang kau terima yang juga sangat subjektif dengan apa yang disebut kuat. Tapi kamu memang kuat dengan beban-beban yg kau panggul di lua...

untitled 2 (bandengan 28 agustus)

Aku bergerak mundur, Dengan sedikit goncangan lembut. Dengan "harta" yang kuanggap perlu ku bawa. Di tengah malam gelap kuterus menjauh dengan kapal nahkoda hatiku. Hanya dengan terang sang ayah malam, aku semakin dingin. Tanpa gemintang, biar aku pergi. Dari kelu sepi ini menuju sesuatu yang lebih hangat atau semakin dalam di kelam. (Membiarkan kamu tetap di tempatmu,tempurungmu, kebahagiaanmu)